Sering Dengar Istilah Jet Lag? Berikut Gejalanya, Wasapada Bagi Penumpang Pesawat

Jet lag merupakan sebuah gangguan tidur yang disebabkan karena perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat dengan melalui zona waktu yang berbeda

Editor: Ekayana
tribunjualbeli.com
ilustrasi penumpang jet lag 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Pernah dengar istilah jet lag? kata tersebut kerap terdengar dan kerap disungkapkan penumpang pesawat terbang.

Jet lag merupakan sebuah gangguan tidur yang disebabkan karena perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat dengan melalui zona waktu yang berbeda.

Biasanya, seseorang akan mengalami jet lag jika melakukan perjalanan hingga 13 jam atau lebih. Menurut Psikolog Ratih Ibrahim, gejala jet lag pada umumnya yaitu mengantuk pada siang hari, tidak bisa tidur di malam hari, dan baru bisa tidur menjelang dini hari.

Ingin Coba Menikmati Makanan Pedas? Berikut 4 Tips Makan Pedas Bagi Pemula

Menggemaskan! di Neko Hatago Jepang, Pengunjung Bisa Puas Bermain dengan Kucing

Hal tersebut karena ritme tubuh masih mengikuti kebiasaan di tempat sebelumnya. Sementara itu, Direktur RSU Menteng Mitra Afia, Dokter Enrico Adhitya Rinaldi mengungkapkan, jet lag tidak memiliki perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak.

Menurutnya, semua orang yang mengalami jet lag akan sama-sama mengalami rasa lelah yang yang membuat seseorang mengantuk, sehingga bisa membuat merasa terganggu. Terlebih lagi ketika dalam kondisi mereka mengantuk dan sudah seharusnya tertidur lelap, namun ketika sampai di tempat tujuan, tempat tersebut masih berada dalam waktu siang hari.

Namun, jet lag sangat terlihat di anak-anak. Ratih menuturkan, kondisi anak-anak akan terlihat lebih tampak lelahnya. Mereka juga rentan lebih rewel. "Kecuali anaknya benar-benar sehat dan anaknya memang anak yang riang gembira," kata Ratih saat dihubungi.

Jika seseorang melewati satu zona waktu, mereka cenderung akan mengalami jet lag selama satu hingga dua hari. Namun apabila sudah melewati beberapa zona waktu yang berbeda, mereka cenderung akan mengalami jet lag selama tiga hingga lima hari lamanya.

Ketika seseorang pergi ke suatu tempat yang memiliki zona waktu yang berbeda, maka tubuh mereka perlu menyesuaikan diri perbedaan jam tersebut. Enrico mengatakan, tubuh manusia memiliki jam biologis yaitu ritme sirkadian yang membuat manusia bisa terjaga di siang hari dan tertidur di malam hari.

Oleh karena itu, ketika seseorang pergi ke tempat dengan zona waktu berbeda, tentunya jam biologis harus melewati masa adaptasi yang dapat membuat seseorang terganggu waktu tidurnya. “Sebenarnya ini hanyalah gangguan tidur saja. Tapi kalau terjadi berlarut-larut, mereka harus mencari bantuan profesional. Jet lag bisa menyebabkan kebingungan dan kehilangan konsentrasi,” kata Enrico.

Enrico juga kembali memaparkan bahwa jet lag bisa memengaruhi perasaan seseorang dan bisa membuat mereka cemas. Bahkan, seseorang juga bisa mengalami gangguan pencernaan, pusing, malas, dan murung.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Apa Itu Jet Lag? Tips Seputar Gejala dan Atasi Jet Lag

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved