Unik! Pergantian Tahun 2020 di Kota Solo Akan Bunyikan Sirine Warisan Belanda

Sedangkan panggung Balai Kota merupakan panggung utama yang akan menampilkan seniman-seniman keroncong

Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/EKA FITRIANI
Menara Sirine Sriwedari yang akan dibunyikan saat tahun baru 2020 

Laporan wartawan Tribunsolotravel.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Tak seperti kota-kota lainnya yang menyemarakkan kembang api di pergantian tahun, Kota Solo akan membunyikan sirine Sriwedari yang sudah ada sejak zaman Belanda pada malam tahun baru.

Sirine tersebut berada di Kompleks Sriwedari, tepatnya di belakang Gedung Wayang Orang.

Merasakan Sensasi Ayam Bakar Khas Wonogiri Mbok Tiyem Yang Bersejarah

Tak Perlu ke Hotel Mahal, di Soko Guru Wisatawan Bisa Berenang Sembari Nikmati Suasana Pegunungan

Selama ini, sirene berusia puluhan tahun tersebut biasa sebagai penanda waktu berbuka puasa pada setiap bulan suci Ramadan tiba.

Namun pada tahun ini digunakan sebagai penanda bergantinya tahun 2019 menuju tahun 2020.

"Sirine peninggalan zaman Belanda nantinya akan digunakan saat malam pergantian tahun baru 2020 sebagai penanda pergantian tahun," kata Kepala Dinas Pariwisata Solo Hasta Gunawan, Kamis(26/12/2019) siang.

"Besok Tahun Baru kita bunyikan selain itu ada gong di tiap panggung" ujarnya.

Sirine bersejarah tersebut sudah ada sejak zaman Belanda.

Sirine Sriwedari yang sudah ada sejak jaman belanda
Sirine Sriwedari yang sudah ada sejak jaman belanda (TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/EKA FITRIANI)

Bahkan sirine ini selalu mengiringi momen detik-detik proklamasi yang selalu diperingati di Stadion R Maladi Sriwedari.

Menurut info yang berhasil dihimpun Tribunsolotravel.com, sirine ini dulunya menjadi penanda saat Belanda bersiap menyerang.

Saat tahun baru ini, Pemkot Solo akan membuat panggung terbuka di lima titik untuk menyemarakkan Car Free Night.

Panggung yang didirikan oleh Pemkot akan ditempatkan di beberapa titik, diantaranya depan Diamond Convention Center, depan Loji Gandrung, Sriwedari, persimpangan Ngarsopuro dan Balai Kota Solo.

Sedangkan panggung Balai Kota merupakan panggung utama yang akan menampilkan seniman-seniman keroncong.

Total ada 19 gong yang disiapkan untuk dipukul di lima panggung sedangkan pada panggung utama disiapkan tujuh gong.

Sisanya dibagi masing-masing tiga gong di empat panggung.

Selain panggung yang dibuat oleh pemkot Solo, rencananya akan ada panggung yang dibuat warga maupun pusat perkantoran yang ada di jalan Slamet Riyadi.

Nantinya jalan utama di kota Solo ini akan ditutup untuk memperlancar kegiatan Car Free Night (CFN).

Tahun ini pemerintah juga melarang menyalakan kembang api sesuai dengan edaran yang dilakukan selama dua tahun terakhir.

”Tidak ada kembang api atau petasan selama malam tahun baru, kami larang,” katanya.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved