Usai Viral di Media Sosial, Takoyaki di Warung Orang Jepang Ini Selalu Ludes, Istimewa?

Nurul mengungkapkan, ia dan Hada sudah menetapkan porsi tiap makanan yang dijual dalam satu hari jualan

TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA SAMODRA
Hada Hiroshi, dan suasana warung masakan Jepang miliknya di Kelurahan Pucangsawit, Solo, Minggu (22/12/2019). 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Sebuah kedai masakan Jepang yang berada di RT 3/RW 11 Kelurahan Pucangsawit, Solo menjadi viral.

Tak ada yang istimewa di kedai tersebut bahkan terlihat biasa saja dan dapat dibilang sempit.

Bahkan, kalau anda makan di sana, anda mungkin akan merasa sumuk alias gerah, apalagi bila Solo sedang panas-panasnya.

Tapi, istimewanya, dagangan di warung ini selalu ludes dalam 2 jam saja.

Apa rahasianya?

Warung yang berada 50 meter sebelah utara Kantor Kelurahan Pucangsawit itu menjual beberapa masakan Jepang.

Di antaranya menjual takoyaki, ramen, gyoza.

Hada Hiroshi, dan suasana warung masakan Jepang miliknya di Kelurahan Pucangsawit, Solo, Minggu (22/12/2019).
Hada Hiroshi, dan suasana warung masakan Jepang miliknya di Kelurahan Pucangsawit, Solo, Minggu (22/12/2019). (TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA SAMODRA)

Uniknya, bumbu masakan itu diracik langsung oleh orang asli Jepang bernama Hada Hiroshi (62).

Istri Hada Hiroshi, Nurul Dewi (41), menuturkan ia bersama Hada sudah berjualan takoyaki selama satu tahun dan bermula dari pos kamling sebagai tempat jualan.

"Warung ini dimulai di sini sejak bulan ketujuh, sebenarnya pertama kali di dekat rumah saya di Bekonang, tapi saat itu cuma jual takoyaki buat tetangga-tetangga, buat anak-anak kecil, satu biji Rp 500, tapi tanpa isi gurita," tutur Nurul kepada TribunSolo.com, Selasa (3/12/2019).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved