Tak Disangka, Taman Balekambang Dulunya Merupakan Bukti Cinta Seorang Ayah Kepada Putrinya

Figure kedua putri KGPAA Mangkunegara VII dapat dilihat pada patung yang terdapat di dalam taman Balekambang

Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
Tribunsolotravel.com/Eka Fitriani
Nama Taman Balekambang yang jadi tempat pengunjung berfoto, Solo, Minggu (22/12/2019) 

Laporan wartawan Tribunsolotravel.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Taman Balekambang merupakan taman kota Solo yang terletak di Jalan Balekambang No1, Banjarsari, Kota Surakarta.

Taman Balekambang memiliki luas tanah 9,8 Ha yang dibangun pada 26 Oktober tahun 1921 oleh KGPAA Mangkunegara VII.

Membanggakan, Kuliner Roti Gambang Kini Masuk Daftar 50 Roti Terbaik Dunia

Kerap Diburu Wisatawan, Serabi Notosuman Jadi Oleh-Oleh Wajib Kota Solo Yang Legendaris

Taman ini dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk putri-putrinya yaitu GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta.

Sebelumnya tempat ini bernama Partini Tuin dan Partinah Bosch.

Figure kedua putri KGPAA Mangkunegara VII dapat dilihat pada patung yang terdapat di dalam taman Balekambang.

Partini merupakan putri tertua KGPAA Mangkunegara VII.

Semula taman ini terbagi dua, yaitu area Partini Tuin yang artinya Taman Air Partini, dan area Partinah Bosch atau Hutan Kota Partinah.

Sekarang kedua area itu menyatu, membuatnya menjadi sebuah taman kota dengan berbagai fasilitas bagi publik di dalamnya.

Patung Partinah Bosch juga berada Taman Balekambang Solo. 

Taman Air Partini yang berada di Taman Balekambang, Solo
Taman Air Partini yang berada di Taman Balekambang, Solo (TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/ EKA FITRIANI)

Papan berisi sejarah Taman Balekambang Solo membantu menjelaskan pada tentang nama tersebut.

Partini Tuin atau Taman Air Partini terdapat kolam resapan yang luas dan juga berfungsi untuk penampungan air.

Kolam ini juga bisa digunakan untuk wisata air dengan menggunakan perahu.

Sedangkan Partinah Bosch atau Hutan Partinah merupakan area yang dipenuhi dengan berbagai tanaman dan pohon-pohon langka, seperti kenari, beringin putih dan lain sebagainya.

Partinah Bosch berfungsi sebagai paru-paru kota.

Dahulu taman Balekambang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga dan kerabat istana mangkunegaran.

Kemudian pada masa KGGPA Mangkunegara VIII, taman ini dibuka untuk umum.

Pengunjung saat bersantai di bawah pohon beringin
Pengunjung saat bersantai di bawah pohon beringin (TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/ EKA FITRIANI)

Dengan diselenggarakan pula berbagai hiburan rakyat seperti ketoprak lesung.

Antara tahun 70an hingga akhir 80an, di kompleks taman Balekambang terdapat gedung yang digunakan sebagai tempat hiburan, yaitu panggung Srimulat.

Bahkan aksi panggung Srimulat ini menjadi primadona hiburan kota Solo di masa itu.

Kini setelah revitalisasi pada tahun 2008, taman Balekambang kembali pada fungsi aslinya, menjadi taman kota. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved