Ingin Berkunjung Museum Radya Pustaka Saat Akhir Pekan? Berikut Harga Tiket Masuknya

Museum Radya Pustaka juga memiliki perpustakaan yang menyimpan beraneka buku-buku budaya dan pengetahuan sejarah, seni, dan tradisi

Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
Tribunsolotravel.com/Eka Fitriani
Bangunan musem tertua di Indonesia, Radya Pustaka 

Laporan wartawan Tribunsolotravel.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Museum Radya Pustaka merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi wisatawan saat berkunjung di Kota Solo.

Museum tertua di Indonesia yang berada di jalan Slamet Riyadi ini buka Selasa – Minggu  : 08.30 – 15.00 WIB.

Berkunjung ke Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia Yang Masih Beroperasi Hingga Sekarang

Kuliner Ndeso Bercita Rasa Pedas, Brambang Asem Kini Sudah Mulai Susah Ditemukan di Solo

Sedangkan untuk hari Senin museum ini tutup.

Untuk harga tiket masuk adalah sebagai berikut :

Anak-anak/ Pelajar :  Rp 1.500

Pengunjung Umum :  Rp 2.000

Wisatawan Asing :  Rp 5.000

Memotret Koleksi :  Rp 5.000

Patung Johannes Albertus Wilkens, ahli bahasa dari Belanda yang membuat kamus bahasa Jawa-Belanda
Patung Johannes Albertus Wilkens, ahli bahasa dari Belanda yang membuat kamus bahasa Jawa-Belanda (Tribunsolotravel.com/Eka Fitriani)

Di museum Radya Pustaka, wisatawan dapat melihat benda-benda peninggalan sejarah seperti buku-buku kuno, pusaka adat, wayang kulit maupun arca yang berasal dari jaman Hindu – Budha.

Museum ini merupakan museum yang tertua di Indonesia yang di bangun pada 28 Oktober 1890 oleh Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV, Pepatih Dalem pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dan Paku Buwowo X.

Museum Radya Pustaka juga memiliki perpustakaan yang menyimpan beraneka buku-buku budaya dan pengetahuan sejarah, seni, dan tradisi serta kesusastraan baik yang di tulis dalam bahasa jawa kuno maupun bahasa Belanda.

alah satu koleksi yang ada di Ruang Etno adalah satu set gamelan milik Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV. Ada pula alat tenun dan genderan
alah satu koleksi yang ada di Ruang Etno adalah satu set gamelan milik Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV. Ada pula alat tenun dan genderan (inedonesiakaya.com)

Pengunjung yang datang untuk melihat koleksi Museum Radya Pustaka tidak hanya dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

Namun, pengunjung dari luar negeri (wisatawan asing) juga sering datang ke museum.

Mereka berasal dari Yerusalem, Kroasia, Amerika, Jepang, dan lain-lain.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved