Pasar Gede Kota Solo Telah Jadi Tempat Transaksi Jual Beli Sejak Jaman Belanda, Berikut Sejarahnya

Oleh sebabnya tak heran jika Pasar Gede Solo juga disebut sebagai destinasi wisata kuliner yang wajib dikunjungi

google
Pasar Gede tempo dulu 

Laporan wartawan Tribunsolotravel.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Pada zaman kolonial Belanda, Pasar Gede telah mulai dibangun.

Tepatnya pada tahun 1927 namun dengan luas yang hanya sebesar 10.421 hektare.

Bangunan tersebut dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Ir. Thomas Karsten. 

Meski Karsten orang Belanda, ia mendesain Pasar Gede dengan campuran gaya Eropa-Jawa.

Pasar Gede menjelang imlek
Pasar Gede menjelang imlek (Tribunsolotravel.com/Eka Fitriani)

Hingga kini, bentuk Pasar Gede berbentuk seperti benteng yang mengadopsi gaya Eropa dan gaya atap seperti joglo yang mengadopsi gaya Jawa.

Bangunan pasar selesai pembangunannya dan diresmikan oleh Gusti Susuhunan Paku Buwono ke X pada tahun 1930.

Pasar tersebut diberi nama Pasar Gedhe Hardjanagara yang konon, nama Hardjonegoro diambil dari nama seorang keturunan Tionghoa yang mendapat gelar KRT Hardjonegoro dari Keraton Surakarta.

Pasar ini diberi nama pasar gedhé atau pasar besar dalam bahasa Indonesia.

Sejak berdiri, Pasar Gede menjadi pusat perdagangan antara masyarakat pribumi, China, dan Belanda pada masa itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved