Pilot Ini Ungkap Seberapa Sering Jaket Pelampung di Pesawat Diperiksa Pramugari

Ada kasus penumpang yang mengambil jaket pelampung di pesawat

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
improntaunika.it
Ilustrasi jaket pelampung. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dalam setiap tempat duduk di pesawat telah disiapkan sebuah jaket pelampung untuk dipakai saat keadaan darurat.

Meski telah disiapkan, namun seberapa sering jaket pelampung itu diperiksa?

Seorang pilot mengungkapkan seberapa sering pramugari memeriksa apakah jaket benar-benar ada di bawah kursi.

Pilot yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada Express.co.uk, pemeriksaan rutin harus dilakukan.

"Mereka (jaket pelampung) dipastikan selalu ada di tempatnya dalam setiap penerbangan," kata pilot itu.

Ilustrasi
Ilustrasi (The Independent)

"Harus ada satu setiap kursi penumpang," tambahnya.

Meski begitu, ada kasus penumpang yang mengambil jaket pelampung di pesawat.

Pada 2015, seorang penumpang pesawat berusia 64 tahun mencuri jaket pelampung dalam pesawat Cathay Pacific yang ia tumpangi.

Akibat kelakuannya, penumpang itu dikenakan hukuman denda.

Di pengadilan, ia mengklaim dirinya tidak mengetahui bahwa yang ia lakukan merupakan tindakan ilegal.

Penumpang itu mengatakan, dirinya menginginkan sebuah suvenir dan akhirnya mengambil jaket pelampung di bawah kursinya.

Kesalahan memakai jaket pelampung

Mengutip dari Express.co.uk, jaket pelampung digunakan untuk pendaratan darurat di air.

Namun pada kenyataannya, keadaan yang mendadak membuat sebagian besar penumpang tidak punya waktu untuk mengambil jaket pelampung.

Ilustrasi
Ilustrasi (independent.co.uk)

"Jaket pelampung tidak dapat benar-benar dipakai oleh mayoritas penumpang dalam keadaan darurat," tulis Badan Keselamatan Transportasi Nasional di Federal Aviation Administration pada 2014 lalu.

Sebuah riset membuktikan, penumpang jauh lebih mungkin mencoba melarikan diri daripada mencari jaket pelampung di bawah tempat duduk mereka.

Namun jika sebelumnya ada peringatan bahwa pesawat akan melakukan pendaratan darurat di air, tentu penumpang akan punya waktu.

Penumpang harus ingat untuk tidak mengembangkan jaket pelampung mereka di dalam kabin, seperti yang diperintahkan pramugari dalam demonstrasi keselamatan.

Salah satu alasannya adalah jaket yang digelembungkan akan membuat lebih sulit bagi penumpang untuk keluar melalui pintu dan menghalangi penumpang lain.

Bisa juga akan robek saat menyelamatkan diri yang akan membuat jaket pelampung tak terpakai.

Jaket pelampung
Jaket pelampung (istockphoto.com)

Alasan lain yang kurang diketahui adalah jaket itu bisa menyebabkan penumpang tenggelam jika pesawat terendam dalam air.

Jika pesawat tenggelam dalam air, penumpang yang menggelembungkan jaket tidak akan dapat keluar dari pintu karena akan mengapung di dalam pesawat.

Hal ini pernah terjadi pada 1996, saat pesawat Ethiopian Airlines dibajak dan mengakibatkan kecelakaan mendarat di air.

Dalam kecelakaan itu, penumpang mengembangkan jaket pelampung mereka di dalam kabin.

LIHAT JUGA:

Akibatnya penumpang terjebak di dalam kabin lantaran kabin telah dipenuhi air.

Kejadian ini menyebabkan 125 orang tewas dari total penumpang sebanyak 175 orang.

(TribunTravel.com/Sinta Agustina)

 
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved